October 28, 2006
Segala kebenaraN adalah milik Allah, SWT. Kita hanya mengais kebenaran dengan bermodal kemampuan diri yang serba kekurangan. Semoga sedikit uraian ini mampu merubah nasib kaum muslimin yang terpuruk tak berdaya berlindung dibalik Takdir, menjadi mampu untuk bangkit atas nama takdir.
Tulisan ini akan selalu di update sesuai masukan. Tanggapan dan komentar sangat kami harapkan.
Kejarlah Takdir Kau Akan Sukses . Wallahu a’lam
Penyusun
KAJIAN AYAT – AYAT QURAN

Kemudian setelah kamu berdukacita, Allah menurunkan kepada kamu keamanan kantuk yang meliputi segolongan dari pada kamu , sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah . Mereka berkata: "Apakah ada bagi kita barang sesuatu dalam urusan ini?". Katakanlah: "Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah". Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata: "Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh di sini". Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar ke tempat mereka terbunuh". Dan Allah untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. ( QS 3 : 154 )
Perhatikan kaimat : Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar ke tempat mereka terbunuh" , kalimat ini menunjukkan kehendak Allah tak bersyarat ( Kekuasaan-Nya ) dan sesuatu yang tercatat ( lihat arabnya menggunakan kata kutiba ) di lauhul mahfuzh pasti kejadian.
.
Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah , padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu , kamu berkata: "Darimana datangnya ini?" Katakanlah: "Itu dari dirimu sendiri". Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dan apa yang menimpa kamu pada hari bertemunya dua pasukan, maka itu adalah dengan izin Allah, dan agar Allah mengetahui siapa orang-orang yang beriman. ( QS 3 : 165 – 166 )
Perhatikan ayat ini menunjukkan kekalahan perang tersebut adalah karena kesalahan dari diri sendiri, tetapi Allah menegaskan bagaimanapun itu atas izin Allah. Allahpun mngizinkan kekalahan tersebut untuk mengetahui siapa orang-orang yang beriman.
F.A.Q ( Frequently Ask Questions )
1. Apakah takdir bisa dirubah ?
Takdir adalah sesuatu yang telah terjadi, jika kemarin anda bertemu paman anda dan anda ingin merubahnya, anda harus mundur ke hari kemarin dan merubahnya.
Jika hari ini anda miskin dan ingin merubahnya, hal ini bukan merubah takdir karena kemiskinan telah terjadi dan terlewati tetapi anda sekarang menuju pada takdir berikutnya hidup berkecukupan. Jadi tidak ada istilah merubah takdir.
2.Mungkinkan kita berbeda dengan catatan di lauhul mahfuzh ?
Tidak mungkin karena Allah Maha Tahu apa yang akan terjadi jadi tidak mungkin salah dalam catatanya.
3. Mungkinkah suatu saat ada mesin waktu yang bisa kemasa depan atau kemasa lalu, lalu berubah takdir kita ?
Prinsipnya kita bisa melihat masa lalu sebagai memori yang tidak mungkin ikut campur jika ikut campur maka masa depannya bukan hari ini. Jadi kita hanya menonton saja. Masa depan hanya prediksi bukan kejadian yang sebenarnya.
4. Bagaimana kedudukan ikhtiar, doa dan tawakal dalam menentukan takdir ? dan apakah ada faktor tertentu dalam menentukan takdir ?
Kita harus berikhtiar karena kita harus mengejar kehendak Allah yang bersyarat dan menempuh sunatullahnya. Ketika kita menjalani sunatullah dengan benar, banyak faktor luar diri kita yang tidak dapat kita kendalikan , maka berdoalah agar rencana yang telah kita jalani berjalan mulus dan terlindung dari faktor negatif diluar kemampuan kita. Tawakkallah gantungkan semua pada kekuasaan Allah SWT.
5. Apa latar belakang Allah menciptakan takdir ? sepertinya Allah memilih – milih?
Pertanyaan itu memang akan senantiasa muncul jika belum memahami penerangan takdir seperti dalam buku ini, sebaiknya nda baca kembali dan pelajari dengan seksama.
Setelah anda memahami sunatullah, lauhul mahfuzh, izin dan kehendak Allah juga akal, maka anda sebenarnya telah mengetahui apa itu takdir dan bagaimana prosesnya. Oleh sebab itu kita akan mencoba mengaplikasikan langsung dalam berbagai kasus.
A. JANIN DALAM RAHIM
Inilah sunatullah pertama terjadi dalam takdir kita, ketika sperma dan ovum manusia bersatu dan membentuk janin, kemudian setelah bebrapa waktu tertentu (120 – 130 hari ), akan ditupkan ruh kedalamnya. Kita tidak memiliki pilihan apapun, DNA yang kita miliki dengan segala sifat psikologi maupun fisiologis sangat tergantung pada kedua orang tua kita. Karena sunatullah Gen telah terjadi sesuai ketetapan hukum Tuhan.
Mulai dari golongan darah, kualitas otak, dan raga ( biologis ) semua diluar kendali kita, jadila kita apa adanya. Tempat dan status sosial pun kita terima mau tidak mau, sadar tidak sadar.
B. JANGKA WAKTU DAN DAYA KEMAMPUAN HIDUP
Ketika seseorang masih dalam bentuk embrio hasil perpaduan antara sperma dan ovum orang tuanya, secara ilmiahpun ( jika dapat di teliti ) telah tampak kualitas dan kekuatan tubuhnya. Mulai dari kualitas otak, tulang, otot, syaraf, jantung dan organ tubuh lainnya yang akhirnya akan menentukan daya hidup. Singkatnya resultan dari berbagai sunatullah yang terjadi pada embrio menghasilkan ketentuan atau kekuatan umur seseorang dari segi jasadiah jika diberi pemeliharaaan yang maksimal. Selanjutnya tinggal pemeliharaannya apakah akan efisien dan apik ? atau sembrono sehingga hidupnya penuh penyakit atau terlalu banyak benturan sehingga masa hidupnya cepat habis dan meninggal jauh sebelum jatah maksimal yang ditetapkan Tuhan.
Contoh gampangnya; anda membeli dua televisi dari paberik yang berbeda, harga dan kualitas berbeda. Anggap saja TV A dan TV B, TV A mendapat jaminan daya hidup dari pabriknya 15 tahun baru mati jika pemakaian benar dan TV B mendapat jaminan daya hidup 10 tahun jika pemakaian benar. Tenyata ketika kedua TV digunakan listrik rumah anda kurang baik dan TV A yang disimpan dikamar anak anda terlalu sering dihidupkan dan di matikan dengan sembarangan sehingga baru 8 tahun sudah mati atau rusak. Sedangkan TV B setelah 9 tahun baru rusak.
Demikian pula dengan manusia, seseorang yang gagah dan sehat anggaplah secara sunatullah kekuatan daya maksimal hidupnya 90 tahun, tetapi karena perusahaannya bangkrut dan dililit hutang yang sudah tak mampu di bayar walau seumur hidup, ditambah lagi ketahuan bermain curang pada saat pemilihan kepala daerah. Akhirnya pada umur 50 tahun dia mati bunuh diri.
Sementara seseorang yang diketahui mempunyai kelainan jantung setelah dilakukan operasi para dokter memperkirakan daya hidupnya hanya sampai 60 tahunan. Karena terus di periksa dan rajin menjaga kesehatanya ia pun wafat pada usia 55 tahun.
Coba anda analisa dimanakah ketetapan Tuhan? Umur yang mana yang tercatat di lauhul mahfuzh ? Ketetapan Tuhan ada pada sunatullah yaitu ( misalnya ) 90 tahun dan 55 tahun tetapi karena saat menjalani hidupnya tidak maksimal maka pada usia 50 tahun dan 55 tahun telah habis daya hidupnya. Kejadian tersebut tercatat dalam kitab lauhul mahfuzh yaitu bunuh diri pada umur 50 tahun dan untuk orang kedua wafat dalam kondisi sakit usia 55 tahun. Apapun kejadiannya persis seperti dalam catatan di lauhul mahfuzh. Karena lauhul mahfuzh telah merekam dan mencatatnya sebelum kita diciptakan.

Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. ( QS; 57:22 )
Habisnya usia kita sebelum pada batas umur yang Tuhan tetapkan dalam sunatullahnya karena memang kesalahan kita.

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar .( QS; 42 : 30 )
C. PENETAPAN REZEKI ( HASIL USAHA )
Ketetapan : 1. Allah menyediakan/ memberikan rezeki bagi setiap ciptaannya.
2. Allah memberikan hasil usaha ( hidayah ) sesuai dengan besarnya usaha
Rezeki yang paling dasar dan umum tanpa usaha/ diminta adalah :
1. Biologis : Tubuh yang bekerja secara sempurna termasuk Akal, Pikiran, Perasaan dan kesehatan
2. Freewill : kemmpuan memilih dan menentukan pada akal
3. Rezeki alami seperti : udara untuk bernafas, air ( realif bebas ) untuk minum , mandi, memasak dll.
Selanjutnya adalah rezeki yang harus di usahakan, dan akan mendapatkan hasil sesuai usahanya.seperti :
1. Sandang pangan dll.
2. Pendidikan ilmu pengetahan dunia dan akhirat
3. keimanan
4. dll

Allah meluaskan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan .( QS ; 13 : 26 )
Anda masih ingat yang dimaksud dengan kehendak Allah ? siapa yang dikehendaki sempit rezekinya dan yang dilapangkan rezekinya?
Dalam pencarian rezeki ini terkadang kehendak Allah turut campur untuk menguji kita.

Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan. .( QS ; 3 : 186 )
D. JODOH
Setiap manusia telah ditentukan jodohnya

Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan . ….( QS ; 35 : 11 )
Kita tahu bahwa manusia adalah mahluk yang unik khas dari segi psikis dan pemikiran, oleh sebab itu tidak setiap orang memiliki kecocokan satu sama lain apa lagi untuk teman hidupnya. Seseorang bisa jadi cocok untuk si A tapi belum tentu cocok untuk si B.
Apa yang Tuhan tetapkan dalam hal jodoh ? Untuk kondisi diri anda ( psikis, jasad, pemikiran dll ) akan cocok dengan lawan jenis anda dengan kondisi yang tertentu. Kondisi lawan jenis yang cocok dengan kondisi anda tidak hanya ada pada satu orang tetapi ada pada banyak orang dengan tingkat kecocokan yang berbeda – beda bisa cocok 50%, 70% atau mungkin 100 %. Itulah ketetapan sunatullahnya.
Pergaulan dan pengenalan lawan jenis amatlah penting sehingga anda akan merasakan tingkat kecocokannya.
Bagaimana dengan pasangan yang cerai? Bisa dari awal kecocokannya minim atau dalam perjalanan hidupnya mempunyai arah masing – masing yang mengakibatkan kecocokan jadi berubah. Atau salah satu pasangannya menemukan orang lain yang mempunyai kecocokan yang lebih dari pasangan sekarang. Bisa jadi sebagai ujian yang harus dihadapi.
E. PENETAPAN NERAKA SYURGA
Allah telah menetapkan dengan sunatullah-Nya siapa yang akan menempati Neraka atau Syurga-Nya.

Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu." Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya .(QS 2 : 25 )

Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya ( QS 2 : 39 )
Dengan diberikannya Akal dan freewill yang menjadi hak prerogatif manusia, maka manusia diberikan kebebasan menentukan arah hidupnya yang nantinya akan berdampak pada kehidupan di akhirat kelak.
Allah telah memberikan peringatan dan petunjuk-Nya, baik secara tidak langsung ( Al-quran, Hadits Qudsi dan As-Sunnah ) maupun yang langsung bagi manusia.
Jelaslah bahwa manusia sendiri yang menentukan Syurga dan Neraka bagi kehidupannya kelak.
F. MUSIBAH
Ketetapan : Allah tidak menganiaya hambanya, karena Allah Maha Pengasih dan Maha penyayang.

Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-Nya, .( QS ; 8 : 51 )
Mengapa musibah terjadi ?
Musibah bisa terjadi pada diri kita karena ;
- Kesalahan kita, bisa karena kurang ilmu pengetahuan atau kesembronoan kita.

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar .( QS; 42 : 30 )
- Kita berada dalam pada waktu dan tempat yang salah.
Ketika kita mengendarai kendaraan dengan berhati – hati, sekonyong – konyong ada kendaraan lain menabrak kendaraan kita, ternyata sopirnya ngantuk sehingga tak mampu mengendalikan kendaraanya. Jadi kita terkena sunatullah diluar diri kita. Karena siapapun yang berada dititik itu akan tertabrak juga kebetulan kita berada disana. Apapun terjadi tentu ada hikmahnya dan bisa jadi ujian bagi kita. Oleh sebab itu berdoa adalah agar kita terpelihara dari waktu dan tempat yang salah, musibah yang disebabkan diluar diri kita, jika kita telah maksimal menjaga diri.
G. KESUKSESAN
Kesuksesan yang dimaksud adalah bertambahnya fasilitas hidup dan bertambahnya keimanan kita kepada Allah SWT.
Sebenarnya kesuksesan dan musibah adalah media ujian bagi keimanan kita kepada Allah SWT. Jadi yang paling utama dalam hidup adalah kualitas keimanan kita.
Sudah menjadi naluri manusia hidupnya ingin sukses dimana hidupnya terfasilitasi dengan baik, sandang, pangan papan, jaminan kesehatan dan pendidikan.
Sukses dapat diraih dengan cara :
1. Menambah pengetahuan dan keterampilan sehingga kemampuan akal kita bertambah dan memiliki freewill yang bagus sehingga kita memiliki daya jual yang tinggi baik dalam jasa maupun karya.
2. Memanfaatkan dispensasi dari Allah berupa fasilitas hidup tanpa di usahakan, lahir atau berada di daerah yang dapat mendukung usaha jika dimanfaatkan. Kondisi orang tua yang mampu, beasiswa sehingga dapat mengikuti jenjang pendidikan yang lebih tinggi, IQ yang cukup lumayan untuk mempelajari sesuatu dll.
3. Tentukan dan kejarlah takdir kita dengan mempelajari berbagai sunatullah dan menjalaninya sampai takdir yang kita harapkan tercapai.
4. Sekalipun dengan usaha keras tetapi biasanya jalur hidup kita akan diberi jalan untuk menempuhnya pahamilah kadar diri untuk tidak merusak diri sendiri.
5. Kunci dan pelihara takdir dengan berdoa mohon petunjuk perlindungan dari faktor – faktor diluar kemampuan kita.
6. Landasi setiap amal kita dengan niat baik dan ikhlas untuk mendapat ridla Allah SWT dan bertawakal
Ingatlah gagal atau sukses jangan menjadi putus asa atau berbangga hati perhatikan ayat dibawah ini :


Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. Supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri. ( QS; 57:22 -23 )
ILUSTRASI MANUSIA DAN TAKDIR
Untuk memberikan gambaran tentang takdir, ketetapan dan usaha saya akan mengilustrasikan melalui softaware game catur.
Anda mungkin pernah bermain catur dikomputer, anda melawan komputer. Perhatikan setiap anak catur memiliki aturan sendiri – sendiri termasuk cara memakan lawan, aturan aturan setiap anak catur itu yang kita sebut dengan sunatullah.
Anda sekarang memiliki kebebasan untuk menggerakkan anak catur, apakah anda bisa seenaknya menjalankan anak catur ? tentu tidak bisa anda bebeas menentukan strategi tetapi tetap tidak bisa keluar dari ketetapan ( sunatullah ) yang ada. Anda mengawali dengan menggerakkan pion di depan raja satu dua kotak kedepan. Tidak berapa lama komputer memajuka kuda sebelah kiri kedepan. Gerakan kuda yang dikendalikan oleh komputer adalah reaksi terhadap langkah kita, demikian pula dalam dunia nyata alam atau orang lain diluar diri kita senantiasa berreaksi terhadap setiap langkah kita.
Semua langkah, strategi dan penyerangan sesuai atuan sunatullah yang telah ditetapkan. Kondisi dan posisi anda saat ini itulah yang dinamakan dengan takdir anda.
Dalam permainan tersebut anda brgitu bebas, tetapi tatkala raja anda skak oleh kuda misalnya, apa yang akan anda lakukan ? anda akan menyelamatkan sang raja. Demikianlah dalam realita kehidupanpun tatkala anda berada dalam keadaan tertentu tindakan anda tak dapat bebas memilih lagi, anda harus melakukan tindakan tertentu terdorong oleh keadaan.
Anda sudah terjepit dan ingin memenangkan permainan, anda mengirimkan email kepada pembuat software untuk mengetahui bagaimana caranya agar dapat memenangkan permainan. Setelah itu anda mendapat balasan email dan anda mempelajari strategi yang diberikan dan menjalankannya akhirnya andapun menang, demikianlah tatkala hidup anda dalam kondisi terjepit dan anda menginginkan takdir tertentu, lalu anda memohon kepada Allah SWT untuk diberikan jalan dan Allah memberikan jalan dengan cara-Nya.
Tanpa anda sadari setiap langkah dan gerak gerik anda ketika bermain catur direkam oleh teman anda dengan camera recorder, lalu kasetnya disimpan. Kaset itu namanya lauhul mahfuzh bedanya Allah merekam anda sebelum anda diciptakan dengan ilmu-Nya.
Teori tentang akal ini banyak, apalagi yang menguraikan fungsi akal. Terkadang dari beberapa tulisan akal dibandingkan dengan nafsu. Akal selalu condong pada kebaikan dan nafsu condong pada kejelekan. Mungkin apa yang akan saya uraikan disini salah satu teori akal dari yang sudah ada atau mungkin juga anda baru membaca teori seperti ini. Jika anda melihat uraian nanti seperti berbeda dengan yang biasa anda baca atau dengar anggap saja hanya salah satu teori tentang akal.
Namun, apa yang akan di jelaskan di tulisan ini akan sangat mendukung pada penjelasan Takdir nanti, oleh sebab itu kajilah dengan seksama semoga bisa terpahami.
PERANAN AKAL
Seberapa besar pentingnya akal pada diri kita dimata Tuhan, simak ayat – ayat dibawah ini :

Allah menganugerahkan al hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran .
( QS :2 : 269 )

Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya , harta yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. (QS ; 4 : 5 )

Dan apabila kamu menyeru untuk sembahyang, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal. ( QS : 5 : 58 )

Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.
( QS : 10: 100 )
`
Dari beberapa ayat diatas kita dapat melihat betapa akal sesuatu yang penting bagi manusia. Akal dapat mempertinggi derajat manusia dari sesamanya termasuk di dihadapan Allah SWT dan akal harus digunakan ( sampai – sampai Allah murka kepada orang yang tidak mempergunakan akalnya QS 10 : 100 ). Ada apa dengan akal? Apa akal itu? Dan bagaimana kerja akal ?
KOMPONEN AKAL
Saya akan menjelaskan akal agak rumit, karena akal sebuah mesin bahkan sebuah program unik yang hanya diberikan pada manusia. Dengan akal inilah manusia memiliki pertanggungjawaban yang akan berakibat pada kehidupan kelak ke syurga atau ke neraka. Selain manusia hanya Jin yang diberi akal ( mungkin dalam kadar yang berbeda ) dan memiliki pertanggung jawaban yang sama.
akal adalah salah satu komponen manusia yang mandiri yang penggunaannya hak prerogatif manusia secara pribadi.
|
|
Sejenis apakah akal itu? Anda pernah mendengar atau melihat di televisi dalam acara quiz yang menggunkan program acak untuk mendapatkan sebuah nomor telepon untuk mendapatkan hadiah, program itu namanaya program Random. Program mandiri yang tidak dipengaruhi oleh permintaan apapun program itu akan mengacak dan mengambil nomor telepon secara acak dan bebas untuk dijadikan pemenang. Demikianlah dengan akal manusia, akal adalah salah satu komponen manusia yang mandiri yang penggunaannya hak prerogatif manusia secara pribadi. Sebuah software yang mandiri untuk mempertimbangkan sesuatu, bahkan untuk mendapatkan sebuah kebenaran. Dengan akal itulah manusia harus menentukan arah hidupnya dan akan memepertanggung jawabkan di akhirat kelak. Saking mandirinya sampai dapat dikatakan Tuhan-pun tidak ikut campur pada saat pengambilan keputusan oleh akal.
Biasanya orang menghubungkan akal dengan otak karena identik dengan berfikir, tetapi apakah akal itu IQ ? dimanakah peranan emosional dan spiritual ? karena komponen itupun turut menentukan arah hidup manusia.
Disini saya ingin ungkapkan bahwa akal meliputi Otak dan Hati.
OTAK
Otak adalah alat berfikir jasadiah yang menerima informasi dari sektor rasional melalui lima panca indra. Sektor rasional adalah suatu fenomena yang tertangkap melalui panca indra biasanya berupa pengalaman empiris. Informasi akan masuk melalui urat syaraf dan diterima oleh otak, lalu otak memfilter atau menyaring dan sebagian didokumentasikan. Lalu setelah itu bagaimana? Sampai disini kita stop dulu karena kita akan loncat dulu ke hati.
HATI
Hati biasaya juga disebut dengan qalb atau qalbu. Hati ini adalah alat manusia untuk menangkap fenomena dari sektor Irrasional atau ruhaniah. Komponen yang terdapat dalam qalbu cukup banyak sesuai fungsinya. Dari hadis nabi kita mengetahui bahwa dalam hati kita Tuhan menempatkan satu syetan ( ada yang menyebutnya Karin ) dan agar berimbang ditempatkan juga satu malaikat. Kita pun telah mengenal nafsu yang ada dalam diri kita yaitu nafsu Amarrah, Lawwamah dan Muthmainnah.
Malaikat membisikkan kebaikan kepada nafsu Muthmainnah, Syetan membisikkan kejelekan kepada nafs Amarah dan Lawwamah adalah nafsu yang mengingatkan kita tatkala kita salah.
Emosi atau rasa juga termasuk komponen hati, tetapi informasi yang diterima rasa nilai kebenarannya masih kecil untuk dapat dipercaya, misal saja teman anda ketika berpapasan dengan anda menampakkan wajah yang tidak sedap dan sama sekali tidak tersenyum seperti biasanya. Perasaan anda langsung tidak enak dan anda merasa bahwa dia mulai tidak suka pada anda. Padahal bisa saja karena dia baru dimarahi atasannya atau sedang sakit gigi.
Lebih dalam dari rasa adalah naluri atau feeling. Jika anda mengendarai kendaraan, ketika baru bisa anda begitu lelah karena anda harus terus berfikir mempertimbangkan banyak hal. Tetapi lama kelamaan anda bisa santai bahkan sambil ngobrol dan pandangan tidak melulu kedepan, tubuh kita seakan hidup sendiri mempertimbangkan banyak hal jarak dan kecepatan misalnya. Kemampuan itulah yang dinamakan naluri atau feeling, suatu perhitungan yang hampir otomatis. Contoh lain seorang polisi yang setiap hari meng-interogasi pencuri, lama – lama menjadi feeling, mampu mengetahui apakah orang itu berbohong atau tidak hanya dengan interogasi yang singkat. Seseorang yang feelingnya terlatih akan memiliki kemahiran lebih dari orang lain, feeling bisnis, feeling politik dan lain – lain.
Lebih dalam dari feeling adalah intuisi. Intuisi adalah kemampuan analisis yang lebih cepat dari perhitungan, tidak banyak yang memiliki kemampuan ini. Asumsi saya Paranormal kemungkinan menggunakan kemampuan ini. Seseorang yang memiliki kemampuan ini akan cepat meprediksikan sesuatu hanya dengan data yang minim.
Lebih dalam dari intusi, kaum sufi menyebutnya wilayah Al-haq. Database asmaul husna kebenaran hakiki. Atau biasa disebut dengan suara hati. Para kaum sufi bersusah payah mensucikan jiwa untuk mampu menembus database kebenaran dari Tuhan. Al – Ghazali menuliskan manusia ada yang seperti danau yang menampung air dari berbagai sungai, artinya menerima kebenaran melalui panca indra lalu masuk kedalam hati. Dan ada yang seperti mata air yang mengalirkan airnya ke sungai – sungai, artinya manusia yang mampu menembus Al-haq sehingga memiliki kebenaran yang kemudian disampaika melalui panca inderanya. Al- Ghazali menyebutnya kebenaran dari alam malakut. AL- Haq berada pada inti qalbu atau disebut dengan Lub.
Disamping itu semua, sesuai hadits Nabi bahwa di dalam qalbu kita di tempatkan seorang malaikat dan syetan. Malaikat akan senantiasa membisikkan kebaikan melalui nafsu muthmainnah dan syetan membisikkan kejelekan melalui media nafsu amarah . Dan nafsu Lawwamah akan selalu membisikan penyesalan kepada kita saat kita berbuat dosa. Saya yakin anda pernah merasakannya.
Satu komponen lagi adalah Logika, logika merupakan mesin pengolah data atau biasa kita menyebutnya pola pikir. Tahapan logika adalah : PEMIKIRAN ( PENALARAN ) Merupakan PROS ES, PENGAMBILAN KEPUTUSAN selanjutnya PENGAMBILAN TINDAKAN dan ALTERNATIVE.
Demikian urain singkat komponen akal, mudah – mudahan kita tidak terjebak pada peristilahan, karena di tulisan ini akan menguraikan cara kerja akal dalam mengambil keputusan dan peranannya dalam menentukan takdir. Untuk lebih jelasnya perhatikan bagan di bawah ini :

CARA KERJA AKAL
Jika anda telah memahami betul fungsi tiap komponen akal, kini saatnya kita mengetahui bagaimana semua itu bekerja. Tetapi anda tentu saja tidak akan semudah membalikkan teapak tangan ketika membaca uraian tentang akal di atas, karena seperti yang sudah tertanam bertahun tahun akal identik dengan otak. Disini akal adalah otak dan hati dengan segala komponen lainnya. Mudah – mudahan anda bisa merubah gambaran tersebut, sebab jika masih menggunakan pemikiran lama anda tentang akal, anda akan sulit memahami cara kerja akal yang akan diterangkan di bawah ini.
Kita mulai dari sektor Rasional ( sambil perhatikan kembali bagan di atas ). Cobalah kita rasakan tubuh kita, apa yang kta lihat saat ini? apa yang yang sedang kita dengar? apa yang kulit kita rasakan saat memegang permukaan karpet? Apa yang lidah kita rasakan saat kita memakan jeruk? Dan bagaimana harumnya minyak wangi yang kita semprotkan pada tubuh kita? Semua itu adalah rangsangan yang tertangkap oleh mata, telinga, kulit, lidah dan hidung kita. Melalui syaraf yang diteruskan ke otak kita.
Saat kita berjalan – jalan, menonton televisi, ngobrol dengan teman atau di lab sedang mengadakan penelitian, disadari atau tidak informasi melalui panca indera terus mengalir melalui syaraf ke otak. Otak pun memfilter informasi sehingga terlupakan dan sebagian disimpan sebagai pengetahuan di memori. Data dari kelima panca indera itu bercampur dan saling mempengaruhi sehingga akhirnya sang otak memilki sebuah pengetahuan baru.
Informasi atau pengetahuan baru tersebut dikirim ke logika, pada tahap Proses Pemikiran ( panalaran ).
Kedua, Sektor Irrasional. Hati menerima informasi dari rasa, sekalipun kita mendapat gambaran melalui panca indera misal teman kita yang tidak tersenyum ketika berpapasan. Gambaran itu tentu masuk ke dalam otak, tetapi sang rasa menyambut dengan berbagai sangkaan. Naluri ( feeling ) pun ikut meberikan masukan, Syetan pun membisikkan ke amarah sebagai usaha mempengaruhi, di imbangi dengan bisikan malaikat ke muthmainnah lalu semua saling berinteraksi pada sebuah titik pertemuan .Untuk orang tertentu yang mapu menggali intuisinya, maka dengan inuisinya juga akan ikut memberikan informasi demikian pula dengan kemampuan menerima petunjuk Al-Haq. Informasi dari berbagai sisi tersebut diolah jadi pengetahuan hati sebagian di filterisasi disaring dan dibuang sebagian disimpan sebagai memori. Informasi atau pengetahuan tersebut di kirim ke logika pada tahap Proses Pemikiran ( panalaran ) berinteraksi lagi dengan informasi pengetahun dari otak tadi ( di atas ).
Logika, sekarang kita berada dilogika informasi atau pengetahuan hasil dari otak dan hati kini saling berinteraksi di proses dan diolah dengan pola pikir yang dimiliki. Kini saatnya masuk pada tahap pengambilan keputusan ( perhatikan bagan ).
Pada saat pengambilan keputusan Hati masih bisa mempengaruhi, sehingga altrnatif pengambilan tindakan bertambah. Sebagai tahapan terakhir akal melalui logikanya harus memutuskan untuk mengambil keputusan tindakan mana yang akan diambil? Pada saat inipun hati masih bisa mempengaruhi.
Sebelum sampai pada tahap dimana akal memutuskan sesuatu, disini saya ingin ungkapkan bahwa ada 2 faktor lagi yang akan mempengaruhi keputusan takdir ; pertama FREEWILL, kualitas kebebasan berkehendak. Setiap orang memiliki kualitas freewill yang berbeda ada yang begitu cepat mengambil sebuah keputusan, lamban bahkan tidak punya pendapat, tetapi mengikuti kemana angin membawanya.
Kedua, faktor BIOLOGIS, ketika sel ayah dan sel ibu berntemu didalam rahim dan terjadilah percampuran kromosom dan DNA, terbentuklah diri kita dengan kualitas biologis mulai dai fisiologi sampai kualitas otak. Sehingga hal ini sangat bepengaruh terhadap keputusan sang akal.
Akhirnya, akalpun memutuskan untuk mengambil tindakan tertentu, melalui syaraf – syaraf pada otak memerintahkan otot, organ tubuh, badan, anggota badan untuk bertindak sesuai keputusan akal. Hal ini terjadi dalam waktu proses yang lama atau persaat sepersekian detik tergantung pada masalah dan kekuatan freewill.
IZIN ALLAH
Sebelum kita membahas Izin Allah kita lihat dulu sebuah ayat tentang izin memasuki rumah

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu ingat. ( QS ; 24 : 27 )
Janganlah kita memasuki rumah seseorang sebelum mendapat izin dari yang punya rumah. Sekarang pertanyaannya dibalik, jika ada orang lain meminta izin untuk masuk kerumah anda apakah anda memberi izin ? Saya yakin anda tidak akan langsung menjawab karena anda harus berpikir dulu, anda akan melihat dulu siapa yang meminta izin masuk tersebut? Seperti apa orangnya? Perangainya? Apa tujuannya ? dan lain sebagainya. Singkatnya perkara izin mengizinkan ini berkaitan erat dengan sejumlah syarat. Syarat adalah Sunatullah.
Perhatikan ayat di bawah ini :

Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki
mereka ke jalan yang lurus. ( QS ; 5 : 16 )
Siapa yang Allah izinkan untuk ditunjuki dengan kitab-Nya ke jalan yang lurus dan dikeluarkan dari gelap gulita kepada cahaya? Jawabnya : orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya…( syarat/ sunatullah untuk mendapatkan izin Allah tersebut di atas )
Tidak saja kebaikan yang mendapat izin Allah keburukanpun dengan seizin Allah, karena Allah pemilik alam semesta ini. Tergantung pada sunatullah mana yang diikuti oleh kita.. Perhatikan ayat dibawah ini :

Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran bagi orang-orang yang bersyukur. ( QS ; 7 : 58 )
Secara harfiah Jika tanah subur maka tanamannya akan tumbuh dengan baik dan tanah yang tidak subur tanamannya hanya tumbuh merana.

…… Dan mereka itu tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui. ( QS ; 2 : 102 )
Perlu diacatat bahwa tidak setiap hal yang diizinkan Allah secara otomatis di ridhai-Nya, tetapi hal ini mengingatkan akan kekuasaan-Nya bahwa apapun juga Allah-lah yang menjadikan. Siapapun yang ingin masuk neraka dengan menjalankan segala persyaratan agar masuk neraka dan akhirnya masuk neraka tentu dengan seizin Allah karena Allah pemilik segala – galanya, jika bukan izin Allah, lantas izin siapa lagi? Mudah – mudahan dapat terpahami.
KEHENDAK ALLAH
Untuk memahami kehendak Allah, kita akan mencoba merefleksikan pada diri kita terlebih dahulu. Dalam sebuah perlombaan menggambar terdapat 3 orang juri, Panitia mengumumkan bahwa yang berhak dijadikan juara ditentukan sepenuhnya oleh Para juri. Dengan kata lain Sang juara akan ditunjuk kepada siapa yang dikehendaki oleh para juri. Lalu apakah para juri menutup mata lalu menunjuk secara acak? Tentu tidak, tetapi para juri berunding menentukan persyaratan gambar yang memenuhi kriteria untuk menjadi gambar terbaik. Jika ada gambar yang memenuhi syarat tersebut secara otomatis pelukisnya akan menjadi juara dan secara otomatis pula Sang juara dikehendaki oleh para juri. Hal ini namanya kehendak yang bersyarat.
Kehendak yang kedua, adalah kehendak tak bersyarat. Di sebuah komplek terdapat portal dengan ketinggian 2,5 meter , tujuannya agar truk yang besar tidak memasuki area perumahan agar jalan tidak rusak. Pada suatu hari ada penghuni komplek membeli sebuah lemari besar dengan tinggi 3 meter. Ketika dibawa menggunakan truk, tentu saja tidak dapat memasuki area komplek. Sang pemilik lemari tersebut mempunyai kehendak agar truk bisa masuk sampai di depan rumahnya. Akhirnya setelah berunding wargapun setuju untuk membuka portal tersebut.
Dari cerita tersebut kita dapat mengerti bahwa persyaratan menjadi berubah karena ada kehendak yang harus diutamakan atau dipaksakan. Kita namakan kehendak tak bersyarat ( syarat yang disesuaikan pada kehendak ).
KEHENDAK ALLAH BERSYARAT
Masih ingat tentang sunatullah ? Anda pasti tahu tentang hujan buatan, walaupun mungkin tidak tahu cara membuatnya syukurlah jika mengetahuinya. Mengapa hujan bisa dibuat? Bukankah hujan turun atas kehendak Allah ? Mengapa para petani memberikan pupuk pada tanaman ? bukankah tanaman tumbuh atas kehendak Allah? Mengapa produsen barang menayangkan iklan produknya di media massa setiap jam? Bukankah rizki itu sesuai kehendak Allah? Mengapa kita berdoa agar ditunjuki ke jalan yang lurus ? bukan Allah menunjuki kepada siapa yang dikehendaki?
Perhatikan ayat berikut :

Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui. ( QS; 2: 261)
Allah berkehendak melipatgandakan kepada siapa yang dikehendakinya yaitu kepada orang – orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah.

Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehandaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. ( QS; 2: 284)
Siapa yang dikehendaki Allah untuk diampuni :

Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( QS; 2: 199)

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( QS; 2: 218)

Rasul telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. : "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami ta’at." : "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali." ( QS; 2: 285)



Katakanlah: "Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?". Untuk orang-orang yang bertakwa , pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.
orang-orang yang berdo’a: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,"
orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta’at, yang menafkahkan hartanya , dan yang memohon ampun di waktu sahur . ( QS; 7 : 15 – 17 )

Katakanlah: "Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
( QS; 3 : 31 )
Jelaslah bahwa untuk mendapatkan ampunan Allah ada sunatullahnya ada persyaratannya. Singkatnya Allah akan mengampuni jika…… ( simak ayat – ayat diatas )
Allah hendak menurunkan hujan jika suhu, tekanan dan faktor lainnya memenuhi kondisi tertentu atau jika sunatullahnya terpenuhi.
Allah hendak menumbuhkan padi dengan baik jika kondisi tanah, air nutrisi dan faktor lainnya memenuhi kondisi tertentu atau jika sunatullahnya terpenuhi.
Allah hendak melancarkan usaha pemasaran sebuah produk jika kualitas barang bagus, promosi yang menarik, distribusi lancar dan sebagainya.
Demikian juga dengan masalah lainnya.
Oleh sebab itu lembaga riset dan para ilmuwan dalam penelitiannya sebenarnya sedang mengkaji kehendak – kehendak Allah pada alam ini. Dan mereka berkeyakinan bahwa kita akan mendapatkan apa yang Allah kehendaki asal memenuhi sunatullahnya pada setiap kehendak Allah.
Perhatikan lagi ayat berikut :

Orang-orang yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata: "Apakah yang memalingkan mereka dari kiblatnya yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?" Katakanlah: "Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus ".( QS; 2: 142)

Bagaimanakah kamu menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.
( QS; 3: 101)
Jadi Allah hendak menunjuki Jalan yang lurus kepada……..( simak ayat diatas )
KEHENDAK ALLAH TAK BERSYARAT
Kehendak Allah ini adalah kehendak hak prerogatif Tuhan, tidak dikarenakan sesuatu sebab, tergantung kepada Allah Maha Kuasa dengan segala kehendakNya.
Simak ayat berikut :

Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. ( QS; 2: 29)

Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak sesuatu, maka Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah ia. ( QS; 2: 117)
Seluruh sunatullah akan menyesuaikan dengan kehendak Allah, ingatkah kisah Nabi Musa a.s saat membelah laut ?

Lalu Kami wahyukan kepada Musa: "Pukullah lautan itu dengan tongkatmu". Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. ( QS; 26: 63 )
Ada yang menuliskan pada saat itu melintas sebuah benda langit tepat di mana Nabi Musa berada sehingga dengan pengaruh gravitasinya mengakibatkan air laut terbelah. Wallahu a’lam, tetapi disini kita bisa lihat bahwa Jika Allah menghendaki maka hukum Alam jadi berubah rasional ataupun tidak. Inilah Kehendak Allah tak bersyarat.
Terkadang suatu kejadian terjadi karena Allah hendak menguji kita, maka tidak ada yang bisa menghalangi. Alampun menyesuaikan dengan kehendak Allah.

Kemudian setelah kamu berdukacita, Allah menurunkan kepada kamu keamanan kantuk yang meliputi segolongan dari pada kamu , sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah . Mereka berkata: "Apakah ada bagi kita barang sesuatu dalam urusan ini?". Katakanlah: "Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah". Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata: "Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh di sini". Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar ke tempat mereka terbunuh". Dan Allah untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. ( QS; 3: 154 )

Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.
( QS; 3: 186 )

Dan demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka dengan sebahagian mereka , supaya berkata: "Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah Allah kepada mereka?" : "Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur ?" ( QS; 6 : 53 )
Karena kehendak ini tidak bersyarat, maka hal ini sulit untuk untuk mendapatkan kepastian penyebab dari suatu kejadian tersebut, seakan kita sulit menghindar dari suatu kejadian tertentu.
Tetapi dari riwayat – riwayat yang Allah uraikan dalam Al-Quran, insya Allah kita dapat menangkap intinya. Kapan seseorang akan di uji, mengapa di uji, apa ciri – ciri mendapat ujian dan lain sebagainya.
Dalam hal pengabulan doa pun agak sulit mempelajarinya, apakah doa saya akan dikabulkan? Kapan akan dikabulkan mengapa belum dikabulkan juga? Karena pengabulan doa adalah hak prerogatif Tuhan. Syarat secara mutlak agar doa dikabul masih sulit kita pahami.

Dan , ketika Ibrahim berdoa: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: "Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali". ( QS; 2 : 126 )

Katakanlah: "Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah diri dengan suara yang lembut ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur"
( QS; 6 : 63 )
Untuk sekedar gambaran ; air mendidih adalah kehendak Allah yang bersyarat, setelah syarat ( sunatullahnya ) kita temukan yaitu air akan mendidih pada panas 100 derajat celcius dan tekanan 76 cmhg. Jika syarat – syaratnya dipenuhi maka pastilah Air mendidih sesuai kehendak Allah dan itu bisa dilakukan berulang – ulang sepanjang sunatullahnya dipenuhi.
Perbedaan faham tentang takdir biasanya dikarenakan perbedaan penafsiran tentang lauhul mahfuzh. Kebanyakkan paham tentang lauhul mahfuzh adalah sebuah kitab Allah yang didalamnya berisi ketetapan – ketetapan Tuhan. Bahwa di dalam kitab tersebut telah ditetapkan takdir seseorang, mulai dari gerak geriknya sampai apakah dia termasuk penghuni syurga atau neraka. Daun yang jatuhpun telah ditetapkan kapan jatuhnya.
Timbullah akhirnya pertanyaan kontradiksi, lalu dimanakah letak kebebasan manusia untuk memilih, mengapa kita diberi beban berbagai kewajiban yang harus dijalani jika semua telah ditetapkan. Mengapa pula manusia disalahkan jika Tuhan telah menetapkan ahli neraka dan syurga?
Apakah ayat dibawah ini bertentangan ?

Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. ( QS; 57:22 )
Dengan

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar .( QS; 42 : 30 )
Jadi suatu musibah yang menimpa itu apakah karena telah ditetapkan Tuhan atau karena kesalahan kita ? Katanya ayat AL-Quran tidak ada yang yang saling bertentangan ? Jawabannya : ada kesalahan dalam menafsirkan Lauhul Mahfuzh !
CATATAN TUHAN
Dialah Allah yang Maha Tahu, Maha Cepat Hitungannya. Dialah Allah yang telah mengetahui seluruh kejadian ciptaannya, bahkan ciptaan yang belum diciptakanpun telah diketahui, mengapa? Karena Dia Maha Mengetahui. Dia lah Allah yang telah menetapkan berbagai sifat ciptaannya. Dia lah Allah yang telah menetapkan resultan ( dampak akhir ) dari proses aksi reaksi antar makhluk-Nya. Dia telah menetapkan seluruh Hukum – hukum-Nya. Dia lah Allah yag telah menebarkan ayat – ayat-Nya ( berupa ciptaan – ciptaan-Nya ) disegenap penjuru alam semesta termasuk langit dan bumi. Setiap ciptaan-Nya dari yang terkecil sampai yang terbesar dan dari yang sederhana sampai yang sangat rumit; diciptakannya-Nya dengan kadar – kadar tertentu ( ukuran , sifat dan sebagainya ), dengan demikian setiap ciptaan-Nya memiliki ketetapan masing – masing yang disebut sebagai sunatullah (HUKUM-HUKUM;ATURAN-ATURAN; KETETAPAN – KETETAPAN ALLAH YANG MENGENAI KEJADIAN DAN KEHIDUPAN DUNIAWI ; BAIK YANG BERKENAAN DENGAN ALAM ( SEMESTA ) MAUPUN MANUSIA SERTA BERLAKU TETAP ( PASTI BERLAKU ) DAN TIDAK BERUBAH.).
Seluruh pengetahuan-Nya tersebut di tulis/dicatat ( direkam ) dalam kitab Lauhul Mahfuzh sebelum makhluk-Nya diciptakan tanpa tanda simbol, huruf ataupun bunyi. Jadi LAUHUL MAHFUZH ADALAH CATATAN PENGETAHUAN TUHAN, SUNATULLAH DAN REKAMAN SELURUH KEJADIAN MAKHLUK-NYA, SEBELUM MEREKA DICIPTAKAN.
Sekarang kita akan membahas kembali ayat diatas

Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. ( QS; 57:22 )
Dengan

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar .
( QS; 42 : 30 )
Dengan pemahaman bahwa lauhul mahfuzh adalah sebuah catatan pengetahuan Tuhan jelas disini bahwa apa saja musibah yang menimpa kita disebabkan oleh perbuatan tangan kita sendiri, apakah karena kesembronoan kita ? karena kurang ilmu ? dan lain sebagainya.
Dan semua itu telah terekam dalam pengetahuan Tuhan yang tercatat dalam kitab Lauhul Mahfuzh. Sekali lagi yang namanya catatan tidak dapat memkasakan suatu perbuatan pada makhluk. Hendaknya dibedakan antara di tetapkan dan dicatat.
Sebuah contoh : teman anda berlari sepuluh keliling lapangan basket, setelah selesai anda sediakan segelas air dan sepiring nasi dengan lauk pauknya. Lalu anda catat apakah teman anda akan mengambil air atau langsung makan? Pasti dengan perkiraan anda, anda akan mencatat mengambil minuman. Ternyata benar teman anda mengambil minuman. Saya sekarang bertanya ; apakah anda memaksakan kehendak anda pada teman anda untuk mengambil minuman? Anda pasti menjawab tidak! Saya bertanya lagi ; mengapa catatan anda bisa sama dengan kejadian tersebut? Anda pasti menjawab ; karena dengan pengetahuan saya, saya tahu orang yang berlari 10 keliling lapangan basket pasti haus dan yang pertama di ambil sesuai nalurinya adalaha minuman!
Demikian pulalah denga Tuhan Yang Maha Tahu. Seluruh interaksi suantullah dialam semesta ini telah masuk dalam “ komputer” Tuhan sehingga hasil akhir saat – persaat dapat diketahui sampai penghuni neraka syurga pun telah diketahui, lalu hasil perhitungan “ komputer “ Tuhan tersebut di print. Hasil print tersebut dinakaman Lauhul Mahfuzh.

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya , dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata "( QS; 6 : 59 )

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya . Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata . (QS; 11 : 6 )

Tak ada suatu negeripun , melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab . (QS; 17 : 58 )
CARA KERJA SUNATULLAH
Kita masih ingat tentang gaya dan vektor , misal suatu benda di tarik dengan gaya 50 newton ke kanan maka akan digambarkan seperti ini


anggap saja tidak ada gaya gesekan, maka benda akan bergerak ke kanan. Bagaimana jika ditarik kekiri 70 Newton dan ke kanan 50 Newton? Apa yang akan terjadi?


Dengan mudah anda akan menjawab bahwa benda akan bergeser ke kiri dengan gaya tarik 20 N. Kita dapat menggabarkan dengan vektor seperti berikut :

Resultan atau hasil dari aksi reaksi tersebut akan mengahasilkan 20 N kesebelah kiri, dapat digambarkan sbb :



Jadi apa maksudnya kita ungkapkan ini ?
Artinya jika terjadi aksi reaksi akan menghasilkan kondisi optimum atau resultan dari aksi reaksi tersebut. Jika ada benda yang di tarik kekiri dengan gaya 70 N dan ke kanan dengan daya 50 N benda pasti bergeser ke kiri dengan daya 20N. Jika vektor tersebut adalah sebuah sunatullah, dan antar sunatullah saling terjadi aksi reaksi akan menghasilkan sunatullah baru resultan dari aksi reaksi tersebut. Jika antar resultan saling terjadi aksi reaksi lagi maka akan muncul resultan baru lagi dan begitu seterusnya.
Contoh real, sebuah mobil memiliki banyak komponen. Jika kita mengendarai sebuah mobil, maka kondisi enak tidaknya sebuah mobil adalah kondisi optimum hasil dari aksi reaksi antar komponen mobil tersebut.

Kita akan analisa perbidang, mulai dari ban, kondisi ban bergantung pada aksi reaksi antara tekanan ban, permukaan, kualitas karet, pentil dan sampai pada hal terkecil lainnya pada kahirnya menghasilkan kondisi optimun dari ban terebut..
Bidang mesin, seperti anda ketahui sangat banyak dan lebih rumit lagi, semua komponen mesin mulai dari oli, piston, busi, dan komponen lainnya saling bereaksi satu sama lain. Aksi reaksi tersebut menghasilkan resultan kondisi optimum mesin tersebut.
Setelah itu kondisi body dan lain sebagainya. Resultan dari berbagai bidang pada mobil saling bereaksi yang akhirnya menghasilkan kondisi optimum dari mobil tersebut.
Tentu saja semua itu adalah contoh agar kita bisa memahami cara kerja sunatullah, pemahaman ini akan kita gunakan pada uraian takdir nanti. Suhu udara yang kita rasakan saat ini adalah resultan dari berbagai aksi reaksi alam yang pada akhirnya ,mempengaruhi pada kondisi tubuh kita, hati kita, wajah kita dan perangai kita.
Maka kita dapat menyimpulkan bahwa :
- Suatu kejadian terjadi, karena kondisi optimum hasil dari berbagai aksi reaksi sunatullah.
- Suatu aksi reaksi dari beberapa sunatullah akan menghasilkan sunatullah baru
- Jika suatu kondisi aksi reaksi sunatullah terulang maka akan menghasilkan sunatullah baru yang sama .
- Kondisi suatu keadaan saat ini adalah kondisi optimum hasil dari aksi reaksi berbagai sunatullah.
October 5, 2006
PENDAHULUAN
Perkara takdir adalah perkara yang tak berkesudahan berbagai teori dimunculkan hanya menjadi bahan perdebatan yang tak berujung. Tetapi kita terus mempertanyakan, seakan takdir adalah sebuah misteri yang harus dipecahkan, terutama karena manusia selalu ingin tahu apa yang Allah rencanakan untuk dirinya.
Dari sekian yang menguraikan takdir biasanya hanya berupa definisi – definisi singkat tentang takdir. Ada pula yang menghubungkan antara ketetapan Tuhan dan kebebasan manusia yang terkesan dipaksakan sehingga tetap tidak memberikan kepuasan bagi kita. Film – film mesin waktu pun bermunculan dimana manusia bisa kemasa depan atau kemasa silam sekedar melihat takdirnya di masa depan bahkan merubah takdirnya dimasa silam. Mungkinkah ini terjadi ? Insya Allah akan dibahas nanti.
Takdir adalah suatu kejadian yang telah terjadi, jika belum kejadian maka bukan takdir karena kita tidak pernah tahu. Kita hanya memiliki analisa dan perkiraan kejadian kedepan dengan ilmu yang terbatas.
Membahas takdir itu tidak dapat di uraikan hanya dengan definisi atau uraian beberapa paragraf saja, karena takdir adalah hasil akhir dari banyak proses dan faktor. Tulisan ini akan mengungkapkan terlebih dahulu faktor – faktor yang mempengaruhi takdir kemudian prosesya sehingga terjadinya takdir. Oleh sebab itu saya berharap anda dapat mempelajari faktor – faktor takdir terlebih dahulu dengan seksama, siap membuka Pikiran dan menerima sesuatu yang baru.
Faktor – faktor utama yang harus dipahami tatkala kita membahas takdir adalah :
1. Sunatullah
2. Lauhul mahfuzh
3. Izin Allah
4. Kehendak Allah
5. Akal
6. Freewill
7. Ketetapan
Tulisan ini lebih memuat proses terjadinya takdir, dengan harapan anda akan menemukan sendiri apa yang dimaksud dengan takdir. Sehingga selain menambah keyakinan kepada Allah SWT juga mampu meningkatkan kualitas hidup. Anda akan lebih memahami kehidupan dan apa yang Allah harapkan dari kehidupan anda.
Memahami proses takdir dengan benar akan lebih memahami potensi diri, mampu meningkatkan kualitas diri yang berdampak pada kualitas hidup. Hidup semakin tegar dan bergantung sepenuhnya pada Kekuasaan Allah SWT.
Anda akan memahami kapan harus berjuang menggapai sesuatu, dan kapan anda menyadari bahwa itu bukan sesuatu yang harus anda kejar. Anda akan mengetahui apa yang sepatutnya diminta pada Allah SWT. Mudah – mudahan anda pun menyadari dan mengetahui ujian apa yang sedang anda hadapi dan bagaiamana menghadapinya dengan hasanah dan penuh keridlaan Allah SWT.
SUNATULLAH
Tanpa definisi dari sunatullah tentunya kita telah mengenalnya, apa yang di maksud dengan sunatullah. Sejak kecil kita telah belajar memahami sebab dan akibat dari sesuatu. Ketika kita bermain api terasa panas ketika tangan kita terkena api, terasa sakit telinga yang dijewer, dan terdengar nyaring ketika gelas kita pukul – pukul dengan sendok dan lain sebagainya.
Saat kita sekolah taman kanak – kanak atau sekolah dasar, banyak hal yang di ajarkan oleh guru kita tentang pengetahuan alam yang mengandung unsur sebab akibat sampai pengetahuan sosial berbagai cara pergaulan dan sikap yang berdampak pada kehidupan sosial kita. Dibangku sekolah yang lebih tinggi, kita mulai mempelajari dengan seksama dan penuh penelitian berbagai teori tentang hukum alam, hukum sosial, hukum ekonomi dan sebagainya. Semua yang menceritrakan atau yang kita rasakan sebagai hubungan sebab akibat kita namakan dengan SUNATULLAH.
Sunatullah dapat juga diartikan sbb: Sunatullah adalah HUKUM-HUKUM;ATURAN-ATURAN; KETETAPAN – KETETAPAN ALLAH YANG MENGENAI KEJADIAN DAN KEHIDUPAN DUNIAWI ; BAIK YANG BERKENAAN DENGAN ALAM ( SEMESTA ) MAUPUN MANUSIA SERTA BERLAKU TETAP ( PASTI BERLAKU ) DAN TIDAK BERUBAH.
Kita biasa menyebut sunatullah dengan dengan istilah Ilmu, misal Ilmu Pengetahuan Alam ( Science ), Ilmu Politik, Ilmu Ekonomi, Ilmu budaya, dan lain sebagainya. Seluruh Ilmu itu manusia pelajari untuk menemukan hubungan sebab akibat dari suatu bidang dan gabungan dari berbagai bidang. Dengan mengetahui berbagai hukum, maka manusia dapat memanfaatkan pengetahuannya untuk meningkatkan kualitas hidupnya.
Berbagai hasil dari pengetahuan manusia tentang sunatullah dalam berbagai bidang telah diterapkan dan dinikamati sebagai fasilitas dan kemudahan hidup dalam meningkatkan kualitas hidup kita.
Tidak saja sebatas hukum alam, pengetahuan lain pun terus dikaji, hukum sosial, hukum pemerintahan, hukum poitik, hukum Ekonomi dan lain –lain agar dapat diterapkan dalam kehidupan manusia, sampai manusia dapat hidup dengan nyaman dan.
Sunatullah yang ingin disampaikan disini adalah setiap yang mengandung hubungan aksi reaksi, sebab akibat dari hal yang sekecil - kecilnya. Tidak hanya pada masalah hukum eksak saja. Misal seseorang yang dianiaya lalu ia ingin membalas; dianiaya dan ingin membalas adalah hubungan aksi reaksi , sebab akibat yang telah Tuhan tetapkan hubungan aksi reaksinya, hal ini disebut sunatullah.
WUJUD & CIRI
Ketetapan – ketetapan Tuhan ada yang tertulis ( diwahyukan ) dan Tidak tertulis ( tidak diwahyukan )
TERTULIS ( diwahyukan )
Sunatullah yang diwahyukan adalah sunatullah yang diberitahukan kepada manusia melalui wahyu. Ditulis dalam kitab – kitab suci diantaranya adalah AL-Quran.
Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. …( QS : 3 : 145 )
Hai orang-orang yang telah diberi Al Kitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu sebelum Kami mengubah muka , lalu Kami putarkan ke belakang atau Kami kutuki mereka sebagaimana Kami telah mengutuki orang-orang pada hari Sabtu . Dan ketetapan Allah pasti berlaku. ( QS : 4 :47 )
Kalau sekiranya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Allah, niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar karena tebusan yang kamu ambil. ( QS; 8 : 68 )
Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana . ( QS ; 9: 60)
Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa , bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya .
( QS ; 2 : 165 )
Dari contoh ayat tersebut di atas, kita dapat melihat ketetapan Tuhan atau sunatullah dari suatu perkara. Ini adalah ketetapan yang tertulis yang diwahyukan. Ketetapan tersbut melibatkan Manusia. ( free will / Kebebasan berkehendak ) dan bereaksi dalam kurun waktu yang lama.
Ketetapan – ketetapan Tuhan yang lainnya dapat dilihat dari perjalanan sejarah manusia yang tertulis dalam Al Quran, sehingga kita dapat menangkap ketetapan – ketetapan Tuhan lainnya.
Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil sesudah Nabi Musa, yaitu ketika mereka berkata kepada seorang Nabi mereka: "Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang di jalan Allah". Nabi mereka menjawab: "Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang". Mereka menjawab: "Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sesungguhnya kami telah diusir dari anak-anak kami?" . Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, merekapun berpaling, kecuali beberapa saja di antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang zalim. ( QS ; 2 : 246 )
Perjalanan sejarah panjang manusiapun dapat dipelajari sebagai sunatullah, aksi reaksi.
TIDAK TERTULIS ( tidak diwahyukan )
Sunatullah aksi reaksi yang berada di alam dan pada diri kita, merupakan sunatullah yang tidak diwahyukan dan harus ditemukan melalui penelitian. Berdirilah lembaga – lembaga riset untuk meneliti berbagai hal dan menemukan ketentuan – ketentuan Tuhan yang kemudian di pelajari di sekolah – sekolah sampai perguruan tinggi.
Ketetapan – ketetapan tersebut tidak melibatkan manusia, Tuhan telah menetapkan semuanya.
Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.( QS : 57 : 22 )
Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya , dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata "( QS ; 6 : 59 )
Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang ke luar dari padanya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia-lah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengampun.
( QS ; 34 : 2 )
Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal."
( QS ; 9 : 51 )
Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling? ( QS ; 6 : 95 )
Tentunya AL Quran tidak mengungkapkan semua sunatullah, tetapi hal ini tertulis di alam semesta yang sampai hari ini para ilmuwan terus berusaha menggali menemukan ketetapan – ketetapan Tuhan tersebut.
SIFAT
Sifat sunatullah berlaku umum, pasti berlaku dan tidak berubah artinya bila ada suatu kejadian akibat dari kondisi aksi reaksi tertentu, maka selama kondisi aksi reaksinya sama kejadiannyapun pasti sama.
Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu. ( QS ; 15 : 21 )
Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.( QS ; 54 : 49 )
Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?
Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah. ( QS ;67 : 3 – 4 )
sebagai suatu ketetapan terhadap rasul-rasul Kami yang Kami utus sebelum kamu dan tidak akan kamu dapati perobahan bagi ketetapan Kami itu. ( QS ; 17 : 77 )
Sebagai sunnah Allah yang berlaku atas orang-orang yang telah terdahulu sebelum , dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan pada sunnah Allah. ( QS ; 33: 62 )
Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu. ( QS ; 48: 23 )
PENYIMPANGAN
Dari sejarah para Nabi kita dapat melihat mukjizat, Nabi Isa a.s menghidupkan orang mati , menyembuhkan orang sakit , Nabi Musa membelah laut, menjadikan tongkatnya sebagai ular dll atau pada tingkat orang – orang saleh lainnya kita mengenal dengan istilah karomah. Mukjizat atau Karomah yang penuh keajaiban juga merupakan bagian dari sunatullah. Hal ini untuk memperlihatkan kekuasaan dan kebesaran Allah.
Dan ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman: "Pukullah batu itu dengan tongkatmu". Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya . Makan dan minumlah rezki Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan.( QS ; 2 : 60 )
Dan , ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan .
( QS ; 2 : 50 )
June 25, 2006
.